Allahu Subhanahu wa Ta'alaa berfirman :
مُحَمَّدٌ رَسُولُ اللَّهِ وَالَّذِينَ مَعَهُ أَشِدَّاءُ عَلَى الْكُفَّارِ رُحَمَاءُ بَيْنَهُمْ
"Muhammad itu ialah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan ia ialah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka. (QS. Al-Fath : 29)
Didalam ayat diatas, Allah menjelaskan huruf seorang umat Nabi Muhammad yaitu mempunyai rasa kasih sayang sesama mereka. Dalam ayat yang lain, Allah juga menyebutkan huruf tersebut sebagai huruf generasi pengganti; generasi pilihan.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا مَنْ يَرْتَدَّ مِنْكُمْ عَنْ دِينِهِ فَسَوْفَ يَأْتِي اللَّهُ بِقَوْمٍ يُحِبُّهُمْ وَيُحِبُّونَهُ أَذِلَّةٍ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ
"Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kau yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mengasihi mereka dan merekapun mencintaiNya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mukmin (QS. Al-maidah : 54)
Lantas, bagaimana bentuk kasih sayang sesama muslim untuk mempererakh ukhuwah Islamiyah sesama mereka. Dalam hal ini, setidaknya ada beberapa bentuk kasih sayang anatra lain :
1. Berlemah lembut dalam bersikap dan bertutur
فَبِمَا رَحْمَةٍ مِنَ اللَّهِ لِنْتَ لَهُمْ وَلَوْ كُنْتَ فَظًّا غَلِيظَ الْقَلْبِ لَانْفَضُّوا مِنْ حَوْلِكَ
Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kau berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kau bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. (QS. Ali Imran : 159)
2. Memaafkan dan memohonkan ampun serta bermusyawarah dengan mereka
فَاعْفُ عَنْهُمْ وَاسْتَغْفِرْ لَهُمْ وَشَاوِرْهُمْ فِي الْأَمْرِ
Karena itu ma'afkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu (QS. Ali Imran : 159)
3. Tawadhu' terhadap sesama Muslim
وَإِنَّ اللَّهَ أَوْحَى إِلَىَّ أَنْ تَوَاضَعُوا حَتَّى لاَ يَفْخَرَ أَحَدٌ عَلَى أَحَدٍ وَلاَ يَبْغِى أَحَدٌ عَلَى أَحَدٍ
Dan bahwasanya Allah mewahyukan padaku untuk mempunyai sifat tawadhu’. Janganlah seseorang menyombongkan diri (berbangga diri) dan melampaui batas pada yang lain. (HR. Muslim).
4. Menghilangkan hal-hal yang sanggup menyakiti mereka
Dalam sebuah hadits, Abu Barzah Al-Aslami bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,
يَا رَ سُوْ لَ الله ِدُ لَّنِي عَلَى عَمَلٍ أَ نْتَفِعُ بِهِ قَالَ:اِعْزِلْ الْأَ ذَى عَنْ طَرِ يْقِ الْمُسْلِمِيْنَ
“Wahai Rasulullah, tunjukkanlah kepadaku suatu amalan yang sanggup bermanfaat bagiku.” Beliau menjawab, “Singkirkanlah gangguan dari jalan-jalan kaum muslimin.” (H.r. Muslim dan Ibnu Majah)
5. Senyum, Salam dan Sapa
تَبَسُّمُكَ فِى وَجْهِ أَخِيكَ لَكَ صَدَقَةٌ
Senyummu di hadapan wajah saudaramu ialah sedekah (HR. Tirmidzi)
أَيُّهَا النَّاسُ أَفْشُوا السَّلاَمَ وَأَطْعِمُوا الطَّعَامَ وَصَلُّوا وَالنَّاسُ نِيَامٌ تَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ بِسَلاَمٍ
Wahai sekalian manusia, sebarkan salam, berikan makanan, dan lakukan shalat dikala orang lain tidur malam, pasti kalian masuk nirwana dengan tenang. (HR. Tirmidzi, "hasan shahih")
6. Meringankan kesusahan sesama Muslim dan membantu mencarikan solusi baginya
مَنْ كَانَ فِى حَاجَةِ أَخِيهِ كَانَ اللَّهُ فِى حَاجَتِهِ وَمَنْ فَرَّجَ عَنْ مُسْلِمٍ كُرْبَةً فَرَّجَ اللَّهُ عَنْهُ بِهَا كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ
Barangsiapa membantu keperluan saudaranya, maka Allah membantu keperluannya. Barangsiapa menghilangkan kesusahan seseorang, maka Allah akan menghilangkan kesusahannya pada hari kiamat. (Muttafaq 'alaih)
7. Menutupi malu sesama Muslim
وَمَنْ سَتَرَ مُسْلِمًا سَتَرَهُ اللَّهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ
Barangsiapa menutupi malu seorang muslim, maka Allah menutup aibnya pada hari kiamat.(Muttafaq 'alaih)
8. Senang melakukan/memberikan sesuatu yang disenangi sesama Muslim
لا يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يُحِبَّ لأَخِيهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ
Tidak beriman seseorang sampai ia mengasihi untuk saudaranya apa yang ia cintai untuk dirinya(HR. Bukhari)
9. Menunaikan hak-hak mereka, terutama enam hak sosial Muslim dari Muslim lainnya
حَقُّ الْمُسْلِمُ عَلَى الْمُسْلِمِ سِتٌّ: إِذَا لَقِيْتَهُ فَسَلِّمُ عَلَيْهِ, وَإِذَا دَعَاكَ فَأَجِبْهُ, وِإِذَا إِسْتَنْصَحَكَ فَأَنْصِحْهُ, وإِذَا عَطَسَ فَحَمِدَ اللهَ فَشَمِّتهُ, وَإِذَا مَرَضَ فَعِدْهُ, وَإِذَا مَاتَ فَأَتْبِعْهُ
Hak seorang Muslim atas Muslim lainnya ada enam; kalau kau bertemu dengannya maka ucapkanlah salam kepadanya, kalau ia mengundangmu maka penuhilah undangannya, kalau ia meminta pesan yang tersirat kepadamu maka nasihatilah dia, kalau ia bersin ia memuji Allah subhanahu wata’ala maka bertasymitlah untuknya, kalau ia sakit maka jenguklah, dan kalau ia mati maka iringilah jenazahnya. (H.R. Muslim)
Tasymit ialah mendo’akan Muslim yang bersin dengan ucapan "Yarhamukallah" (semoga Allah merahmatimu)
10. Mendoakan sesama Muslim dalam doa-doa kita, baik sepengetahuannya ataupun di luar sepengetahuannya
مَا مِنْ عَبْدٍ مُسْلِمٍ يَدْعُو لأَخِيهِ بِظَهْرِ الْغَيْبِ إِلاَّ قَالَ الْمَلَكُ وَلَكَ بِمِثْلٍ
Tidak ada seorang hamba pun yang mendoakan saudaranya tanpa sepengetahuannya, melainkan malaikat akan berkata kepadanya, "Dan bagimu menyerupai apa yang kau pinta" (HR. Muslim)
Referensi:Nadatul Iman
Dikutip:
